Senin, 03 Oktober 2016

Ilmu islam: Perbanyaklah istighfar

Ilmu islam: Perbanyaklah istighfar

Perbanyaklah istighfar

Wahi saudara ku, marilah kita perbanyak istighfar, (minta ampun) kepadaAllah swt,
Nabi pun telah mencontohkan kepada kita,beliau beristghfar 1 hari tidak kurang dari 100 kali.
 Dengan memperbanyak istighfar, kesalahan yang tak tampak akan tampak oleh kita, dosa demi dosa akan semakin jelas, kelalaian demi kelalain terus berkurang. Astaghfirullah

Dengan memperbanyak istighfar, kita akan semakin tunduk kepada Allah swt.karna kita semakin merasa bahwaa betapa lemah dan hinanya kita di hadapan Allah swt.


√. Sudah kah kita beristighfar ketika kita lupa tidak membaca Al-Quran
√. Sudahkah kita beristighfar ketika kita lupa tidak mengejakan sholat dhuha
√. Sudahkah kita beristighfar ketika kita tifak bangun malam untuk mengerjakan sholat malam
√. Sudahkah kita beristihhfar ketika kita tidak memenuhi seruan azan.
Begitu banyak kesalhan2an,dosa2, kelalaian yang kita lakukan. Tpai begitu sedikit kita ingat kepad Allah swt.
Sesungguhnya Dia maha pengampun dan Maha penerima Taubat para hambnya yang meminta ampun.

Rabu, 21 September 2016

Keutamaan dan adab Qiyamullail

Assalamualaikum
Segala puji bagi Allah swt Tuhan seluruh alam sholawat serta sLam semoga tercurahkan kepada nabi Muhammad saw.
Beliaulah yang mengajarkan dan menganjurkan sholat malm( qiyamullail).

Apabila malam telah sunyi sepi, manusia telah di buaikan oleh tidur nyenyak.
Mereka mengerjakan shplat tahajud dan berdiri menghadap Tuhan yang Maha Esa, mereka tinggalkan kesenangan dan kenikmatan tidur, mereka resapi dengan sepenuh jiwa dan taga bagaimana nikmat dan tentramnya bermunajat kepada Allah swt, pada malam itu hati mereka menjadi bersih, iman bertambah kuat, keyakinan bahwa tiada tuhan yang haq d sembah kecuali Allah tuhan seluruh alam. Karena mereka menginginkan keutamaan pada malam sepertiga malam tsb. Sebagaimana d firmankan dalm Al-Quran.

" Dan pada sebagian malam sholat tahajudlah kamu, sebagai suatau ibadah tambahan bagimu, semoga Rabb-Mu mengangkat ke tempat yang terpuji (Qs.Alisro:79)

Dan sebagaimana uang di sabdakan mabi saw. Salman Alfarisi berkata, Rasulullah saw bersabda:
"Hendaklah kamu melakukan qiyamullail, karena ia sesungguhnya kebiasaan orang sholeh sebelum kamu, dapat mendekatkan kamu kepada Rabb-Mu, menghapus keburukan2, mencegah dari perbuatan dosa, dan mengusir penyakit dari tubuh"

Adab-adab Qiyamullail

  1. Berniat
Dari Abu darad bahwa nabi berkata:barangsiapa mendatangi tempat tidurnya debgan niat akan bangun pada tengah malam dan sholat, lalu tertidur sampai pagi maka dicatatkan pahala atas niat dan tidurnya sebagai shodaqoh dari Rabb-Nya. (HR. Annasai dan Ibnu majjah)

2. Berusaha mengjapus kantuk.
3. Bersiwak
4. Memulai sholat lail dengan solat 2 rakaat ringan
" Abuhurairah berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: Apabila seotang dari klian bngun malam ( intik sholat), hendaklah memulai sholat dengan dua rakaat ringan (HR. Muslim)
5. Jangan memaksakn sholat dalam keadaan kantuk
" Aisya berkata bahwa Nabi bersabda: Apabila seorang bangun pada malam hari, lalu lidahnya sulit membaca Al-Quran  dan tidak tahu apa yang di ucapkannya maka hendaknya ia berbaring (HR. Muslim)

Itulah d antara keutamaan dan adab adab qiyamullail semoga bermanfaat bagi saya pribadi khususnya fan bermanfaat bagi semua orang pada umumnya. Amiin

Wasslamualaikum

Sabtu, 17 September 2016

Lirik lagu jagalah hati by AA Gyim

Jagalah hati jangan kau kotori
 Jagalah hati lentera hidup ini
 Jagalah hati jangan kau nodai
 Jagalah hati cahaya ilahi

 Bila hati kian bersih,
berfikir pun selalu jernih
 Semangat hidupkan gigih,
 prestasi mudah di raih

 Tapi bila hati busuk,
pikiran jahat merasuk Aqhlak kian terpuruk, dia jadi mahluk terkutuk

 (Kembali ke reff)

 Bila hati kian suci,
 tak ada yang tersakiti Pribadi menawan hati, ciri mukmin sejati

 Tapi bila hati keruh, batin pun selalu gemuruh Serasa diburu musuh, dengan Allah kian jauh
 (Kembali ke reff)

 Bila hati kian lapang, hidup susah tetap senang Walau sulit menghadang, di hadapi dengan tenang

 Tapi bila hati sempit, segalanya jadi rumit Seakan hidup terhimpit, lahir batin terasa sakit

 (Kembali ke reff)

 Bila hati kian benci, tutur kata penuh caci Perilaku tak terpuji, bisa jadi mahluk keji

 Namun bila penuh sayang, hati pun akan di sayang Hidup pun terasa lapang, hidup bersamakan senang 

(Kembali ke reff)

 Bila hati penuh tawadhu’, hidup indah semanis madu Aqhlak menawan qolbu, berpisah pun selalu dirindu

 Tapi bila hati takabur, hatipun selalu bergembur Merasa sehebat guntur, akhirnya masuk kubur

 (Kembali ke reff)

 Bila hati penuh dendam, bagai api dalam sengkam Penuh bara kehancuran, hidup pun jadi mengerikan

 Tapi bila memaafkan, batin tentram menyejukkan Asal lawan jadi kawan, hidup damai kita rasakan

 (Kembali ke reff)

 Bila hati iri dengki, tak rela orang dapat rezeki tak pernah mau memuji, hanya bisa mencaci maki

 Namun hati yang bersyukur, kebaikan tak pernah kendur Apalagi kalau kita akur, negri ini akan segera makmur


 (Kembali ke reff)

 Bila hati bermusuhan, kedamaian hanya impian Ciwuh saling melumpuhkan, negri ampuh memilukan

 Namun bila hati bersatu, kekuatan kan terpadu Kita bangkit untuk maju, bangun negri yang kita rindu

 (Kembali ke reff)

Kamis, 15 September 2016

Hari-hari yang di haramkan puasa

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
  Berikut adalah penjelasan beberapa hari yang dilarang untuk melakukan puasa sunnah. Semoga manfaat.

Pertama: Hari Idul Fithri dan Idul Adha
 Dari bekas budak Ibnu Azhar, dia mengatakan bahwa dia pernah menghadiri shalat ‘ied bersama ‘Umar bin Al Khottob –radhiyallahu ‘anhu-. ‘Umar pun mengatakan,

هَذَانِ يَوْمَانِ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – عَنْ صِيَامِهِمَا يَوْمُ فِطْرِكُمْ مِنْ صِيَامِكُمْ ، وَالْيَوْمُ الآخَرُ تَأْكُلُونَ فِيهِ مِنْ نُسُكِكُمْ “

Dua hari ini adalah hari yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam larang untuk berpuasa di dalamnya yaitu Idul Fithri, hari di mana kalian berbuka dari puasa kalian.

 Begitu pula beliau melarang berpuasa pada hari lainnya, yaitu Idul Adha di mana kalian memakan hasil sesembelihan kalian.”[1]
Dari Abu Sa’id Al Khudri –radhiyallahu ‘anhu-, beliau mengatakan,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنْ صِيَامِ يَوْمَيْنِ يَوْمِ الْفِطْرِ وَيَوْمِ النَّحْرِ.

 “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang berpuasa pada dua hari yaitu Idul Fithri dan Idul Adha.”[2] Kaum muslimin telah bersepakat (berijma’) tentang haramnya berpuasa pada dua hari raya, yaitu Idul Fithri dan Idul Adha.[3]

 Kedua: Hari-hari Tasyriq (11, 12 dan 13 Dzulhijah) Tidak boleh berpuasa pada hari tasyriq menurut kebanyakan pendapat ulama. Alasannya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
 أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ
“Hari-hari tasyriq adalah hari makan dan minum.”[4] An Nawawi rahimahullah memasukkan hadits ini di Shahih Muslim dalam Bab “Haramnya berpuasa pada hari tasyriq”. An Nawawi rahimahullah dalam Al Minhaj Syarh Shahih Muslim mengatakan, “Hari-hari tasyriq adalah tiga hari setelah Idul Adha. Hari tasyriq tersebut dimasukkan dalam hari ‘ied. Hukum yang berlaku pada hari ‘ied juga berlaku mayoritasnya pada hari tasyriq, seperti hari tasyriq memiliki kesamaan dalam waktu pelaksanaan penyembelihan qurban, diharamkannya puasa (sebagaimana pada hari ‘ied, pen) dan dianjurkan untuk bertakbir ketika itu.”[5] Hari tasyriq disebutkan tasyriq (yang artinya: terbit) karena daging qurban dijemur dan disebar ketika itu.[6] Imam Malik, Al Auza’i, Ishaq, dan Imam Asy Syafi’i dalam salah satu pendapatnya menyatakan bahwa boleh berpuasa pada hari tasyriq pada orang yang tamattu’ jika ia tidak memperoleh al hadyu (sembelihan qurban). Namun untuk selain mereka tetap tidak diperbolehkan untuk berpuasa ketika itu.[7] Dalil dari pendapat ini adalah sebuah hadits dalam Shahih Al Bukhari dari Ibnu ‘Umar dan ‘Aisyah, mereka mengatakan,
لَمْ يُرَخَّصْ فِى أَيَّامِ التَّشْرِيقِ أَنْ يُصَمْنَ ، إِلاَّ لِمَنْ لَمْ يَجِدِ الْهَدْىَ
“Pada hari tasyriq tidak diberi keringanan untuk berpuasa kecuali bagi orang yang tidak mendapat al hadyu ketika itu.”[8]
Ketiga: Puasa Hari Jum’at Secara Bersendirian Tidak boleh berpuasa pada Jum’at secara bersendirian. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, لاَ يَصُمْ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِلاَّ أَنْ يَصُومَ قَبْلَهُ أَوْ يَصُومَ بَعْدَهُ
“Janganlah salah seorang di antara kalian berpuasa pada hari Jum’at kecuali jika ia berpuasa pada hari sebelum atau sesudahnya.”[9] An Nawawi rahimahullah membawakan hadits ini di Shahih Muslim dalam Bab “Terlarang berpuasa pada hari Jum’at secara bersendirian.” Dari Juwairiyah binti Al Harits –radhiyallahu ‘anha-, ia mengatakan, أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – دَخَلَ عَلَيْهَا يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَهْىَ صَائِمَةٌ فَقَالَ « أَصُمْتِ أَمْسِ » . قَالَتْ لاَ . قَالَ « تُرِيدِينَ أَنْ تَصُومِى غَدًا » . قَالَتْ لاَ . قَالَ « فَأَفْطِرِى »
 “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki rumahnya pada hari Jum’at dan ia sedang berpuasa. Lalu beliau bertanya, “Apakah engkau berpuasa kemarin?” “Tidak”, jawab Juwairiyah. Beliau bertanya kembali, “Apakah engkau ingin berpuasa besok?” “Tidak”, jawabnya seperti itu pula. Beliau kemudian mengatakan, “Hendaknya engkau membatalkan puasamu.”[10]
Catatan penting: Puasa pada hari Jum’at dibolehkan jika: Pertama: Ingin menunaikan puasa wajib, mengqodho’ puasa wajib, membayar kafaroh (tebusan) dan sebagai ganti karena tidak mendapatkan hadyu tamattu’.[11] Kedua: Jika berpuasa sehari sebelum atau sesudah hari Juma’t sebagaimana diterangkan dalam hadits di atas. Ketiga: Jika bertepatan dengan hari puasa Daud (sehari puasa, sehari berbuka).